Hujan Badai Datang ke Wilayah Dubai Menyebabkan Banjir

Hujan Badai Datang ke Wilayah Dubai Menyebabkan Banjir. Hujan badai lebat melanda Dubai dan wilayah Uni Emirat Arab lainnya pada 18-19 Desember 2025, menyebabkan banjir luas di jalan-jalan utama kota gurun itu. Curah hujan ekstrem yang jarang terjadi membuat ruas jalan tergenang, bahkan hingga lutut orang dewasa di beberapa area seperti Sharjah dan sekitar Burj Khalifa. Petir dan guntur keras membangunkan warga semalaman, sementara banjir mengganggu lalu lintas dan operasional bandara. Meski tidak sebesar banjir rekor tahun lalu, kejadian ini kembali mengingatkan betapa rentannya infrastruktur kota modern terhadap cuaca ekstrem. BERITA BOLA

Penyebab Hujan Badai: Hujan Badai Datang ke Wilayah Dubai Menyebabkan Banjir

Badai ini dipicu oleh sistem tekanan rendah yang membawa awan konvektif dari barat, menghasilkan hujan deras disertai petir dan angin kencang hingga 65 km/jam. Curah hujan tertinggi tercatat di wilayah utara seperti Ras Al Khaimah, mencapai puluhan milimeter dalam waktu singkat. Faktor perubahan iklim membuat hujan ekstrem semakin sering di kawasan gurun, meski UEA biasanya hanya mendapat curah tahunan kurang dari 100 mm. Drainase kota yang dirancang untuk iklim kering kesulitan tangani volume air besar, memperburuk genangan dan banjir bandang di wadi serta jalan rendah.

Dampak Banjir di Dubai: Hujan Badai Datang ke Wilayah Dubai Menyebabkan Banjir

Banjir membuat jalan utama seperti di Sharjah tergenang total, dengan warga terpaksa berjalan kaki tanpa alas atau naik sepeda melewati air setinggi roda. Di Dubai, pompa air dikerahkan ratusan unit untuk kuras genangan, tapi lalu lintas tetap macet parah. Bandara sibuk seperti Dubai International dan Sharjah alami pembatalan serta penundaan puluhan penerbangan, memengaruhi ribuan penumpang menjelang libur akhir tahun. Pantai, taman, dan atraksi umum ditutup sementara, sementara beberapa wilayah seperti Al Quoz dan Al Barsha terendam lumpur. Untungnya, tidak ada laporan korban jiwa signifikan, tapi kerugian materiil cukup besar.

Respons Pemerintah dan Masyarakat

Polisi Dubai dan Abu Dhabi langsung imbau warga tetap di rumah kecuali darurat, sambil tingkatkan patroli dan pompa air. Sektor swasta dianjurkan kerja dari rumah, sementara pemerintah pusat aktif pantau situasi. Operasi pembersihan besar-besaran dimulai sejak pagi, dengan truk pompa sibuk kuras jalan. Warga banyak bagikan video dramatis di media sosial, tapi juga saling ingatkan hindari area rawan. Pengalaman dari banjir sebelumnya membuat respons lebih cepat, termasuk penutupan sementara fasilitas umum untuk keselamatan.

Kesimpulan

Datangnya hujan badai yang memicu banjir di Dubai jadi pengingat bahwa cuaca ekstrem kini lebih sering di kawasan gurun. Meski dampaknya mengganggu aktivitas harian dan transportasi, penanganan cepat minimalkan risiko lebih buruk. Ini dorong UEA terus tingkatkan infrastruktur drainase dan kesiapsiagaan iklim. Pada akhirnya, kejadian seperti ini tunjukkan pentingnya adaptasi terhadap perubahan alam, agar kota maju seperti Dubai tetap aman dan nyaman bagi penduduk serta pengunjungnya.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *