Kereta Api di India Menabrak Total 7 Gajah Hingga Mati. Tragedi kembali menimpa satwa liar di India ketika sebuah kereta api barang menabrak kawanan gajah di negara bagian Tamil Nadu pada malam 19 Desember lalu. Total tujuh gajah tewas seketika, termasuk dua anak gajah dan lima dewasa. Kejadian ini terjadi di jalur antara Madukkarai dan Walayar, kawasan yang dikenal sebagai koridor migrasi gajah terpenting di Ghats Barat. Lokasi tabrakan persis di area yang sudah sering dilalui kawanan gajah untuk mencari air dan makanan, membuat insiden ini semakin menyedihkan bagi pecinta lingkungan. BERITA BASKET
Kronologi Kejadian: Kereta Api di India Menabrak Total 7 Gajah Hingga Mati
Sekitar pukul 23.00 malam, kereta barang yang melaju dari Palakkad menuju Coimbatore menabrak kawanan gajah yang sedang menyeberang rel. Meski masinis sudah berusaha mengerem darurat setelah melihat siluet gajah dari kejauhan, kecepatan kereta dan jarak pandang malam membuat tabrakan tak terhindarkan. Tujuh gajah langsung tewas di tempat, sementara satu gajah betina dewasa terluka parah dan akhirnya mati beberapa jam kemudian. Kawanan yang tersisa terlihat panik dan berlarian ke hutan, meninggalkan jenazah di sepanjang rel. Petugas hutan dan kereta api segera datang untuk evakuasi serta investigasi.
Dampak terhadap Populasi Gajah: Kereta Api di India Menabrak Total 7 Gajah Hingga Mati
Kejadian ini menjadi salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir di koridor gajah India selatan. Populasi gajah Asia di wilayah ini terus menurun akibat fragmentasi habitat, dan hilangnya tujuh individu sekaligus merupakan pukulan besar. Dua anak gajah yang mati berarti hilangnya generasi mendatang, sementara gajah dewasa adalah tulang punggung kawanan. Koridor Madukkarai-Walayar dikenal sebagai jalur penting yang menghubungkan hutan Nilgiri dengan pegunungan Anamalai, tempat ratusan gajah bermigrasi setiap tahun. Tabrakan berulang membuat kawanan semakin stres dan mengubah pola pergerakan mereka.
Upaya Pencegahan yang Sudah Dilakukan
Sebenarnya, kawasan ini sudah dipasangi berbagai langkah pencegahan, seperti pembatas kecepatan kereta menjadi 45 km/jam di malam hari, sensor peringatan, dan patroli rutin. Petugas hutan juga sering berkoordinasi dengan otoritas kereta api untuk memantau pergerakan gajah melalui kamera dan tracker. Namun, insiden tetap terjadi karena volume kereta yang tinggi, terutama kereta barang malam hari yang sulit dihentikan mendadak. Beberapa pihak menyerukan pemasangan underpass atau overpass khusus satwa liar, meski biaya dan waktu pengerjaan masih menjadi kendala besar.
Kesimpulan
Tabrakan kereta yang menewaskan tujuh gajah di Tamil Nadu menjadi pengingat tragis akan konflik antara pembangunan infrastruktur dan pelestarian satwa liar. Meski berbagai upaya pencegahan sudah diterapkan, kejadian ini menunjukkan bahwa masih diperlukan solusi lebih permanen dan terintegrasi. Kehilangan gajah-gajah ini tidak hanya menyakitkan bagi ekosistem, tapi juga mengajak semua pihak untuk lebih serius menjaga koridor migrasi alami. Dengan kerja sama yang lebih erat antara otoritas kereta api, kehutanan, dan masyarakat, diharapkan tragedi serupa bisa dicegah di masa depan.