Kota Betlehem Kembali Rayakan Hari Natal Sejak Perang Gaza

Kota Betlehem Kembali Rayakan Hari Natal Sejak Perang Gaza. Kota Betlehem di Tepi Barat kembali merayakan Hari Natal dengan penuh semangat pada 2025 ini, setelah dua tahun berturut-turut perayaan dibatasi akibat perang di Gaza. Ribuan warga dan pengunjung memadati Manger Square pada Malam Natal 24 Desember 2025, menyaksikan pohon Natal raksasa yang kembali berdiri tegak setelah absen selama konflik. Gencatan senjata rapuh yang berlaku sejak Oktober 2025 membawa angin segar, membuat parade pramuka dengan iringan bagpipe dan nyanyian paduan suara menggema lagi di tempat kelahiran Yesus menurut keyakinan Kristen. Prosesi tradisional dipimpin oleh Patriark Latin Yerusalem, Kardinal Pierbattista Pizzaballa, yang tiba dari Yerusalem sambil menyampaikan salam dari komunitas Kristen kecil di Gaza. Suasana haru bercampur harapan terasa kuat, meski bayang-bayang konflik masih menyelimuti. MAKNA LAGU

Suasana Perayaan yang Hidup Kembali: Kota Betlehem Kembali Rayakan Hari Natal Sejak Perang Gaza

Perayaan tahun ini dimulai dengan penyalakan pohon Natal setinggi 15 meter di Manger Square, yang menjadi simbol kembalinya kegembiraan setelah dua tahun sunyi. Parade pramuka Palestina berbaris rapi, memainkan lagu-lagu Natal, sementara keluarga-keluarga berkumpul menikmati dekorasi lampu dan musik. Kardinal Pizzaballa memimpin prosesi dari Yerusalem ke Gereja Kelahiran Yesus, menyebut perayaan ini sebagai “Natal penuh cahaya”. Ia juga membawa pesan dari Gaza, di mana ia baru saja memimpin Misa pra-Natal, melihat keinginan kuat untuk membangun kembali di tengah reruntuhan.

Misa Malam Natal di Gereja Kelahiran Yesus berlangsung khidmat, dihadiri ribuan umat Kristen dan Muslim setempat. Pohon Natal yang dulu diganti dengan adegan bayi Yesus di tengah puing dan kawat berduri sebagai solidaritas dengan Gaza, kini kembali menyinari alun-alun. Warga lokal merasa lega melihat kehidupan kembali berdenyut, meski pengunjung asing masih terbatas karena kekhawatiran keamanan.

Dampak Ekonomi dan Sosial: Kota Betlehem Kembali Rayakan Hari Natal Sejak Perang Gaza

Perang Gaza yang dimulai Oktober 2023 membuat pariwisata di Betlehem anjlok drastis, dengan tingkat pengangguran melonjak dari 14% menjadi 65%. Sekitar 4.000 warga meninggalkan kota mencari pekerjaan, mempercepat penurunan populasi Kristen di wilayah itu. Bisnis seperti restoran, hotel, dan toko suvenir yang bergantung pada peziarah hampir tutup total. Kini, dengan gencatan senjata, okupansi hotel mencapai sekitar 80% pada puncak perayaan, memberikan napas segar bagi ekonomi lokal.

Warga seperti pemilik restoran yang sempat tutup kini kembali membuka usaha, melayani keluarga yang datang merayakan. Namun, ketegangan di Tepi Barat masih tinggi, dengan razia militer dan kekerasan pemukim yang meningkat. Banyak yang merayakan adalah warga lokal, sementara turis internasional ragu karena situasi volatil. Perayaan ini menjadi booster semangat, tapi juga pengingat bahwa pemulihan penuh masih jauh.

Harapan di Tengah Tantangan

Kardinal Pizzaballa menekankan bahwa cahaya Betlehem adalah cahaya dunia, mengajak semua pihak memilih perdamaian dan pembangunan kembali. Wali Kota Betlehem menyatakan perayaan ini penting untuk menyampaikan pesan harapan dan ketangguhan, meski penderitaan di Gaza belum berakhir sepenuhnya. Komunitas Kristen kecil di Gaza, yang menghadapi kehancuran berat, tetap teguh dalam iman mereka.

Meski gencatan senjata membawa optimisme, pelanggaran sporadis dan situasi di Tepi Barat membuat kegembiraan terasa tidak utuh. Warga berdoa agar perayaan ini menjadi langkah menuju masa depan lebih damai, dengan pariwisata kembali normal dan konflik mereda.

Kesimpulan

Kembalinya perayaan Natal penuh di Betlehem pada 2025 menjadi simbol harapan setelah dua tahun duka akibat perang Gaza. Ribuan orang yang memadati Manger Square membawa semangat baru, meski tantangan ekonomi dan keamanan masih ada. Gencatan senjata rapuh ini membuka peluang pemulihan, mengingatkan bahwa cahaya perdamaian bisa lahir bahkan di situasi sulit. Betlehem, sebagai tempat kelahiran Yesus, terus menyuarakan pesan cinta dan harapan bagi dunia, sambil berjuang untuk masa depan yang lebih cerah bagi semua warganya.

BACA SELENGKAPNYA DI..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *