Respon PM Nielsen Usai Trump Mau Kuasai Greenland

Respon PM Nielsen Usai Trump Mau Kuasai Greenland. Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menyampaikan respons tegas terhadap ambisi Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang ingin menguasai Greenland. Pada akhir Desember 2025, setelah Trump menunjuk utusan khusus untuk memajukan kepentingan AS di pulau tersebut, Nielsen menyatakan kekecewaannya secara terbuka. Ia menekankan bahwa Greenland milik rakyatnya sendiri dan masa depan wilayah itu ditentukan oleh penduduk setempat. Respons ini muncul di tengah eskalasi diplomatik, di mana Trump bersikeras Greenland esensial bagi keamanan nasional AS, sementara Nielsen tetap tenang tapi tegas menolak segala bentuk aneksasi. BERITA VOLI

Pernyataan Resmi Nielsen: Respon PM Nielsen Usai Trump Mau Kuasai Greenland

Nielsen mengungkapkan kesedihannya atas pernyataan Trump yang kembali menyuarakan keinginan mengambil alih Greenland. Dalam unggahan di media sosial, ia menyebut pengumuman tersebut “mungkin terdengar besar”, tapi “tidak mengubah apa pun bagi kami di sini”. Nielsen menegaskan bahwa Greenland adalah negara dengan sejarah panjang, budaya kuat, dan demokrasi yang hidup. Keputusan tentang masa depan Greenland dibuat di pulau itu sendiri, bukan dari luar.

Ia juga mengapresiasi ketenangan dan martabat rakyat Greenland dalam menghadapi situasi ini. Nielsen menambahkan bahwa kata-kata Trump mereduksi Greenland hanya sebagai isu keamanan dan kekuasaan, padahal penduduknya melihat diri mereka sebagai bangsa yang bertanggung jawab atas wilayah sendiri. Pernyataan ini mencerminkan sikap yang tenang tapi prinsipil, tanpa emosi berlebih.

Kerjasama yang Ditawarkan: Respon PM Nielsen Usai Trump Mau Kuasai Greenland

Meski menolak pengambilalihan, Nielsen tetap membuka pintu kerjasama dengan AS. Ia menyatakan Greenland senang bekerja sama dengan negara lain, termasuk Amerika Serikat, asal dilakukan dengan menghormati nilai dan keinginan rakyat Greenland. Nielsen menyoroti bahwa tidak ada hambatan bagi AS untuk meningkatkan keamanan di Arktik melalui wilayah Greenland, selama menghargai integritas teritorial.

Pendekatan ini sejalan dengan posisi Greenland yang ingin mandiri tapi realistis dalam hubungan internasional. Nielsen juga berterima kasih atas dukungan dari pemimpin dunia yang menghormati prinsip hukum internasional dan institusi demokrasi Greenland. Ini menunjukkan bahwa Greenland tidak sendirian dalam menjaga kedaulatannya.

Konteks Diplomatik Lebih Luas

Respons Nielsen didukung penuh oleh Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen dalam pernyataan bersama. Mereka menegaskan bahwa “tidak boleh menganeksasi negara lain”, bahkan dengan alasan keamanan internasional. Greenland milik rakyat Greenland, dan AS tidak boleh mengambil alihnya. Pernyataan ini menekankan prinsip dasar hukum internasional tentang batas wilayah dan kedaulatan.

Pengangkatan utusan khusus oleh Trump memicu protes diplomatik, termasuk pemanggilan duta besar AS oleh Denmark. Nielsen tetap fokus pada stabilitas internal, mengajak rakyatnya tetap tenang sambil mempertahankan hak menentukan nasib sendiri.

Kesimpulan

Respons Perdana Menteri Jens-Frederik Nielsen terhadap ambisi Trump menguasai Greenland menunjukkan sikap tegas tapi terbuka. Dengan menekankan kedaulatan rakyat Greenland dan kesiapan kerjasama yang saling menghormati, Nielsen berhasil menyampaikan pesan yang jelas tanpa memanaskan situasi. Di akhir 2025 ini, isu ini menjadi pengingat pentingnya menghargai hak penentuan nasib sendiri di tengah persaingan geopolitik Arktik. Pada akhirnya, Greenland tetap berkomitmen pada masa depan yang ditentukan oleh penduduknya, dengan harapan dialog yang konstruktif ke depan.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *