Tersangka Penembakan di Kampus Brown AS Bundir. Tersangka penembakan massal di Universitas Brown, Rhode Island, pada 13 Desember 2025, ditemukan tewas bunuh diri pada 18 Desember malam. Pria berusia 48 tahun asal Portugal, Claudio Manuel Neves Valente, ditemukan di sebuah fasilitas penyimpanan di Salem, New Hampshire, dengan luka tembak akibat senjatanya sendiri. Ia juga diyakini bertanggung jawab atas pembunuhan seorang profesor fisika di institut teknologi ternama di Massachusetts dua hari setelah insiden kampus. Penemuan ini mengakhiri perburuan intensif selama enam hari, meski motif kedua serangan masih menjadi misteri. BERITA BOLA
Kronologi Penembakan di Kampus Brown: Tersangka Penembakan di Kampus Brown AS Bundir
Serangan terjadi di gedung teknik dan fisika universitas, di mana Valente masuk dan menembak secara acak, menewaskan dua mahasiswa serta melukai sembilan lainnya. Beberapa korban dalam kondisi kritis awalnya, tapi kemudian stabil. Valente, mantan mahasiswa doktoral fisika di universitas yang sama pada 2000-2001, tampaknya sudah merencanakan aksi dengan menyewa mobil dan mengamati lokasi selama berminggu-minggu. Ia melarikan diri usai kejadian, memicu pencarian besar-besaran melibatkan polisi lokal, negara bagian, dan federal.
Hubungan dengan Pembunuhan Profesor: Tersangka Penembakan di Kampus Brown AS Bundir
Dua hari setelah penembakan kampus, seorang profesor fisika terkemuka tewas ditembak di rumahnya di Brookline, Massachusetts. Bukti forensik, rekaman kamera, dan jejak kendaraan menghubungkan Valente dengan kejadian ini. Kedua korban diduga pernah mengenyam pendidikan di universitas yang sama di Portugal pada periode serupa, meski tidak ada indikasi hubungan pribadi langsung. Valente langsung menuju fasilitas penyimpanan setelah pembunuhan profesor, di mana ia akhirnya mengakhiri hidupnya saat polisi mendekat.
Proses Penemuan dan Investigasi
Petunjuk krusial datang dari tip publik, termasuk postingan di forum online yang mengarah pada mobil sewaan Valente. Rekaman dari agen penyewaan mobil memperlihatkan wajah dan pakaian yang cocok dengan tersangka. Polisi melacak kendaraan hingga fasilitas penyimpanan, menemukan tubuh Valente bersama dua senjata api. Penyelidikan menyimpulkan tidak ada ancaman lanjutan, tapi motif tetap belum jelas, dengan dugaan kemungkinan dendam lama atau gangguan mental.
Kesimpulan
Kematian bunuh diri Claudio Manuel Neves Valente mengakhiri saga tragis penembakan di kampus Brown dan pembunuhan profesor terkait. Meski perburuan berakhir, duka mendalam bagi keluarga korban dan komunitas akademik tetap ada. Kasus ini menyoroti tantangan keamanan di institusi pendidikan serta pentingnya tip publik dalam investigasi. Dengan tersangka tak lagi hidup, fokus kini beralih pada pemulihan korban dan pencegahan serupa di masa depan, sambil menunggu detail lebih lanjut dari otoritas.